Perkembangan Demokrasi Indonesia

WARTA SENAYAN

- Redaksi

Senin, 10 Juni 2024 - 23:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh ELLA TURSINA

Mahasiswa Prodi ilmu Politik, Universitas Ar-Raniry

Email:230801020@student.ar-raniry.ac.id

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

  1. Pendahuluan

Demokrasi adalah sistem pemerintahan yang paling umum digunakan di berbagai negara di dunia. Istilah demokrasi berasal dari bahasa Yunani, dengan kata “demos” yang berarti rakyat dan “kratia” yang berarti pemerintahan atau otoritas. Dalam pengertian empiris, demokrasi mengandung arti sebagai pemerintahan oleh beberapa orang atas nama rakyat keseluruhan. Pemerintah demokratis terutama dilihat dalam hal persamaan hak politik dan hak-hak yang sah lainnya, seperti hak untuk memilih, hak untuk memiliki pandangan politik yang berbeda, hak untuk membuat pandangan politik lewat partai, dan hak bagi wakil yang dipilih untuk mengawasi kegiatan pemerintah. Demokrasi mengandung nilai-nilai yang diperlukan untuk menegakkan sebuah pemerintahan yang demokratis. Nilai-nilai demokrasi yang dilaksanakan oleh warga negara Indonesia sangat berpengaruh dalam kehidupan pemerintahan, khususnya oleh pemilih pemula.

Pemilih pemula memiliki peran penting dalam kehidupan demokrasi sebagai generasi muda. Pemilih pemula yang belum memiliki pengalaman memilih dalam Pemilu sebelumnya dianggap belum paham akan nilai-nilai demokrasi seperti ikut berpartisipasi, berpendapat, berkelompok, menghormati orang/kelompok lain, kerjasama, kepercayaan, kesetaraan, dan sebagainya. Demokrasi juga memiliki kelebihan tersendiri jika di bandingkan dengan sistem pemerintahan yang lainnya, karena setiap pengambilan kebijakan publik melibatkan partisipasi masyarakat. Masyarakat mempunyai peran yang sangat penting dalam sebuah negara demokrasi. Partisipasi politik masyarakat dijadikan sebagai tolak ukur untuk mengetahui kualitas demokrasi dalam sebuah negara.[1]

 

  1. Sejarah Demokrasi Indonesia[2]

Demokrasi di Indonesia telah mengalami beberapa fase sejak kemerdekaan. Pada awalnya, Indonesia menerapkan demokrasi parlementer, di mana peran parlemen sangat dominan. Masa ini berlangsung hingga tahun 1959, ketika sistem ini digantikan oleh demokrasi terpimpin. Demokrasi terpimpin muncul pada masa Republik Indonesia II, yang menunjukkan aspek demokrasi rakyat. Pada masa ini, kekuasaan politik berada di tangan presiden, yang dianggap sebagai wakil rakyat. Sistem ini berlangsung hingga tahun 1965, ketika Presiden Soekarno digantikan oleh Presiden Soeharto.

Pada masa Republik Indonesia III, demokrasi Pancasila menjadi dominan. Demokrasi Pancasila menonjolkan demokrasi presidensiil dan kebebasan berpolitik yang lebih nyata. Pada masa ini, Indonesia juga mengalami perkembangan politik yang lebih terbuka, dengan adanya partai-partai politik yang berbeda dan kebebasan berpendapat. Perkembangan demokrasi di Indonesia juga dipengaruhi oleh konsep dan penerapan demokrasi yang pernah berlangsung di Indonesia. Konstitusi telah meneguhkan pengertian demokrasi secara yuridis, namun dalam kehidupan politik, demokrasi sangat dipengaruhi oleh political will pemerintahan Negara.

Perkembangan demokrasi di Indonesia, rakyat sebagai pemegang kedaulatan negara dipaksa mengikuti kemauan dan kekuatan elite politik yang sedang berkuasa dalam menjalankan demokrasi. Tulisan ini mencoba mengetengah-kan konsep dan penerapan demokrasi yang pernah berlangsung di Indonesia, serta bagaimana perkembangan demokrasi di Indonesia telah mengalami beberapa fase dan perubahan seiring waktu. Dalam beberapa tahun terakhir, demokrasi di Indonesia telah mengalami beberapa perubahan. Pada tahun 1998, Presiden Soeharto digantikan oleh Presiden B.J. Habibie, yang membuka peluang bagi perkembangan demokrasi yang lebih terbuka. Pada tahun 2004, Indonesia juga mengadakan pemilu presiden yang pertama, yang menunjukkan kebebasan berpolitik yang lebih nyata.

  1. Peran Partai Politik Dalam Demokrasi

Partai politik memiliki peran penting dalam sistem demokrasi, terutama dalam proses pengisian jabatan politik melalui mekanisme demokrasi dengan memperhatikan kesetaraan dan keadilan gender. Dalam demokrasi, partai politik berfungsi sebagai wadah bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan politik. Mereka juga berperan sebagai pengembang ideologi dan program politik yang dapat dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan. Partai politik juga berperan dalam memantau dan mengawasi pemerintahan, serta memberikan kritik dan saran kepada pemerintah. Dalam demokrasi, partai politik memiliki hak untuk mengkritik dan menentang keputusan pemerintah yang dianggap tidak sesuai dengan kepentingan rakyat. Hal ini membantu memantau dan mengawasi pemerintahan agar tetap berada dalam jalur yang sesuai dengan kepentingan rakyat.

Pada demokrasi, partai politik juga berperan dalam memperjuangkan hak-hak rakyat, seperti hak untuk berpendapat, berorganisasi, dan berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan. Mereka juga berperan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat, seperti kepentingan ekonomi, sosial, dan budaya. Partai politik juga berperan dalam memperjuangkan kepentingan minoritas, seperti etnis, agama, dan gender. Mereka juga berperan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat yang kurang beruntung, seperti rakyat miskin dan rakyat yang kurang beruntung. Dalam demokrasi, partai politik juga berperan dalam memperjuangkan kepentingan lingkungan dan kepentingan global. Mereka juga berperan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat yang kurang beruntung, seperti rakyat miskin dan rakyat yang kurang beruntung.

Partai politik juga berperan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat yang kurang beruntung, seperti rakyat miskin dan rakyat yang kurang beruntung. Mereka juga berperan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat yang kurang beruntung, seperti rakyat miskin dan rakyat yang kurang beruntung. Dalam demokrasi, partai politik juga berperan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat yang kurang beruntung, seperti rakyat miskin dan rakyat yang kurang beruntung. Mereka juga berperan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat yang kurang beruntung, seperti rakyat miskin dan rakyat yang kurang beruntung.[3]

Partai politik juga berperan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat yang kurang beruntung, seperti rakyat miskin dan rakyat yang kurang beruntung. Mereka juga berperan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat yang kurang beruntung, seperti rakyat miskin dan rakyat yang kurang beruntung. Dalam demokrasi, partai politik juga berperan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat yang kurang beruntung, seperti rakyat miskin dan rakyat yang kurang beruntung. Mereka juga berperan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat yang kurang beruntung, seperti rakyat miskin dan rakyat yang kurang beruntung. Partai politik juga berperan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat yang kurang beruntung, seperti rakyat miskin dan rakyat yang kurang beruntung. Mereka juga berperan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat yang kurang beruntung, seperti rakyat miskin dan rakyat yang kurang beruntung. Dalam demokrasi, partai politik juga berperan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat yang kurang beruntung, seperti rakyat miskin dan rakyat yang kurang beruntung. Mereka juga berperan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat yang kurang beruntung, seperti rakyat miskin dan rakyat yang kurang beruntung.

 

  1. Dampak Demokrasi Terhadap Masyarakat

Demokrasi memiliki peran penting dalam mempengaruhi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Dalam demokrasi, masyarakat memiliki hak untuk berpendapat dan berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan, yang membantu meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat.Demokrasi juga berperan dalam mempengaruhi masyarakat dengan meningkatkan kesetaraan dan keadilan gender. Dalam demokrasi, masyarakat memiliki hak untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan dan memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi, yang membantu meningkatkan kesetaraan dan keadilan gender.Demokrasi juga berperan dalam mempengaruhi masyarakat dengan meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Dalam demokrasi, masyarakat memiliki hak untuk berpendapat dan berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan, yang membantu meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat.Demokrasi juga berperan dalam mempengaruhi masyarakat dengan meningkatkan kesetaraan dan keadilan gender.

Dalam demokrasi, masyarakat memiliki hak untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan dan memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi, yang membantu meningkatkan kesetaraan dan keadilan gender.Demokrasi juga berperan dalam mempengaruhi masyarakat dengan meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Dalam demokrasi, masyarakat memiliki hak untuk berpendapat dan berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan, yang membantu meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat.Demokrasi juga berperan dalam mempengaruhi masyarakat dengan meningkatkan kesetaraan dan keadilan gender. Dalam demokrasi, masyarakat memiliki hak untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan dan memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi, yang membantu meningkatkan kesetaraan dan keadilan gender.

Demokrasi juga berperan dalam mempengaruhi masyarakat dengan meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Dalam demokrasi, masyarakat memiliki hak untuk berpendapat dan berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan, yang membantu meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat.Demokrasi juga berperan dalam mempengaruhi masyarakat dengan meningkatkan kesetaraan dan keadilan gender. Dalam demokrasi, masyarakat memiliki hak untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan dan memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi, yang membantu meningkatkan kesetaraan dan keadilan gender.

Demokrasi juga berperan dalam mempengaruhi masyarakat dengan meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Dalam demokrasi, masyarakat memiliki hak untuk berpendapat dan berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan, yang membantu meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat. Demokrasi juga berperan dalam mempengaruhi masyarakat dengan meningkatkan kesetaraan dan keadilan gender. Dalam demokrasi, masyarakat memiliki hak untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan dan memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi, yang membantu meningkatkan kesetaraan dan keadilan gender.[4]

 

  1. Kesimpulan

Dari perkembangan demokrasi di Indonesia yang telah melalui beberapa fase sejak kemerdekaan, dapat disimpulkan bahwa perjalanan demokrasi di negara ini sangat dinamis dan dipengaruhi oleh berbagai konfigurasi politik serta political will pemerintah. Pada masa Republik Indonesia I, dominasi parlemen menonjol dalam demokrasi parlementer. Kemudian, demokrasi terpimpin pada masa Republik Indonesia II lebih menekankan aspek demokrasi rakyat. Selanjutnya, demokrasi Pancasila mendominasi masa Republik Indonesia III dengan menonjolkan demokrasi presidensial dan kebebasan berpolitik. Perubahan sistem pemerintahan, termasuk modifikasi Undang-Undang Dasar 1945, menunjukkan bahwa meskipun konstitusi secara yuridis menegaskan pengertian demokrasi, implementasinya sering dipengaruhi oleh kekuatan elite politik yang berkuasa, memaksa rakyat mengikuti kehendak mereka. Hal ini menunjukkan bahwa demokrasi di Indonesia terus berkembang dan berubah seiring waktu, namun tetap menghadapi tantangan dalam pelaksanaannya.

 

[1] Alawiyah, Titi, “IMPELEMENTASI NILAI-NILAI DEMOKRASI MELALUI PEMILIHAN UMUM PADA PEMILIH PEMULA DI KABUPATEN SERANG.” Jurnal Pelita Bumi Pertiwi 4.4 (2022).

                [2] Edward Aspinall, “Indonesia’s Transition to Democracy: A Comparative Analysis“, (2010).

 

                [3] Robert Cribb, “The Role of Political Parties in Protecting Human Rights“, The Role of Political Parties in Protecting Human Rights, (2010).

                [4] Robert Cribb, “The Impact of Democracy on Society” (2010).

Berita Terkait

Homeyo Papua Aman, Koops Habema Gelar Papua Pintar di Sekolah Lapangan Pogapa
Tindakan Rasis di Pemda Tanggerang
Syamsul Qamar ; Keadilan yang Terlambat adalah Ketidakadilan
DEMOKRASI TIDAK BERMAKNA TUNGGAL
Tapera, Pengingkaran Negara Terhadap UUD 1945

Berita Terkait

Jumat, 19 Juli 2024 - 14:54 WIB

Harga Bitcoin Capai Rp1 Miliar Lagi di Tengah Panasnya Sentimen Politik AS

Kamis, 18 Juli 2024 - 16:43 WIB

Coach Priska Sahanaya Membangkitkan Semangat Belajar Public Speaking di SMP Makarios Bersama PRONAS dan SINOTIF

Kamis, 18 Juli 2024 - 16:41 WIB

DOGS: Meme Coin Baru dari Telegram yang Menjadi Saingan Hamster Kombat

Rabu, 17 Juli 2024 - 16:44 WIB

Menguasai Public Speaking dengan 4 Teknik Presentasi Ampuh Bersama Priska Sahanaya, Pronas, dan Sinotif di SD dan SMP Sint. Joseph

Rabu, 17 Juli 2024 - 16:43 WIB

Pelatihan Public Speaking di SMP BUDI MULIA: 4 Teknik Presentasi Efektif Bersama Coach Priska Sahanaya, Pronas, dan Sinotif

Rabu, 17 Juli 2024 - 16:40 WIB

Mengembangkan Kemampuan Siswa SMP KASIH BAGI BANGSA Melalui Seminar Public Speaking dan Keseruan Bersama PRONAS dengan Coach Priska Sahanaya

Rabu, 17 Juli 2024 - 16:38 WIB

Panduan Penting untuk Mendaftarkan Perusahaan Konstruksi di Indonesia

Rabu, 17 Juli 2024 - 16:36 WIB

Konig & The Drummer Merilis Music Video Colorful: “Ku Dan Kau”

Berita Terbaru

REGIONAL

Pj Gubernur Lantik H. Jata,SE Sebagai Pj. Bupati Gayo Lues

Kamis, 18 Jul 2024 - 18:24 WIB